ANALISIS BEBAN KERJA TENAGA PEMASAK DENGAN METODE WORK SAMPLING
Sumber daya manusia merupakan salah satu komponen penting dalam pelayanan Rumah Sakit. Peranan tenaga di Rumah Sakit sangat besar dan pengadaannya tidak bisa seketika, bila tenaga telah tersedia maka masih perlu adanya penyesuaian sebelum bisa digunakan secara optimal. Tetapi bila terdapat kekurangan tenaga, akan menurunkan produktivitas dan mutu pelayanan.
Tujuan : Untuk memperoleh gambaran tentang jumlah kebutuhan tenaga pemasak yang optimal di Instalasi Gizi RSUP dr. Kariadi Semarang. download PDF file Click disini
Berisi hal-hal yang menarik dan anda pun disa download berbagai file gratis disini.
Rabu, 13 April 2011
WORK SAMPLING
ANALISIS SAMPLING KERJA (WORK SAMPLING)
Sampling kerja atau sering disebut sebagai work sampling, Ratio Delay Study atau Random Observation Method adalah salah satu teknik untuk mengadakan sejumlah besar pengamatan terhadap aktivitas kerja dari mesin, proses atau pekerja/operator. Pengukuran kerja dengan cara ini juga diklasifikasikan sebagai pengukuran kerja secara langsung. Karena pelaksanaan kegiatan pengukuran harus dilakukan secara langsung ditempat kerja yang diteliti (Sritomo, 1989). Metode sampling kerja dikembangkan berdasarkan hukum probabilitas atau sampling. Oleh karena itu pengamatan terhadap suatu obyek yang ingin diteliti tidak perlu dilaksanakan secara menyeluruh (populasi) melainkan cukup dilaksanakan secara mengambil sampel pengamatan yang diambil secara acak (random) (Sritomo, 1989). Suatu sampel yang diambil secara random dari suatu grup populasi yang besar akan cenderung memiliki pola distribusi yang sama seperti yang dimiliki oleh populasi trsebut. Apabila sampel yang dimiliki tersebut diambil cukup besar, maka karakteristik yang dimiliki oleh sampel tersebut tidak akan jauh berbeda dibanding dengan karakteristik dari populasinya (Sritomo, 1989). download PDF file Click disini
Sampling kerja atau sering disebut sebagai work sampling, Ratio Delay Study atau Random Observation Method adalah salah satu teknik untuk mengadakan sejumlah besar pengamatan terhadap aktivitas kerja dari mesin, proses atau pekerja/operator. Pengukuran kerja dengan cara ini juga diklasifikasikan sebagai pengukuran kerja secara langsung. Karena pelaksanaan kegiatan pengukuran harus dilakukan secara langsung ditempat kerja yang diteliti (Sritomo, 1989). Metode sampling kerja dikembangkan berdasarkan hukum probabilitas atau sampling. Oleh karena itu pengamatan terhadap suatu obyek yang ingin diteliti tidak perlu dilaksanakan secara menyeluruh (populasi) melainkan cukup dilaksanakan secara mengambil sampel pengamatan yang diambil secara acak (random) (Sritomo, 1989). Suatu sampel yang diambil secara random dari suatu grup populasi yang besar akan cenderung memiliki pola distribusi yang sama seperti yang dimiliki oleh populasi trsebut. Apabila sampel yang dimiliki tersebut diambil cukup besar, maka karakteristik yang dimiliki oleh sampel tersebut tidak akan jauh berbeda dibanding dengan karakteristik dari populasinya (Sritomo, 1989). download PDF file Click disini
Download PDF Jurnal "Sampling Kerja"
WORK SAMPLING
STUDI KASUS PEKERJAAN BERTENDER PADA SEBUAH CAFE
Dalam melakukan analisis terhadap suatu sistem kerja, maka akan timbul sejumlah alternatif metode kerja. Alternatif yang digunakan haruslah merupakan alternatif terbaik yang didasari pada sejumlah kriteria yaitu waktu, ongkos, bebas fisiologis, dan lain sebagainya. Waktu merupakan salah satu kriteria yang paling sering digunakan sebab kriteria ini memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan dengan kriteria lainnya.
Setelah proses pemilihan alternatif perancangan dan perbaikan sistem kerja dilakukan, tahap berikutnya adalah melakukan pembakuan kerja. Pembakuan kerja ini meliputi pembakuan waktu yang diperlukan seseorang pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya. Hal ini sering juga disebut sebagai waktu baku kerja.
Pada suatu kegiatan manufaktur, maka waktu baku dapat berupa waktu standar yang dibutuhkan seorang operator mesin bubut untuk melaksanakan pembuatan sebuah komponen tertentu.
Proses pengukuran dan pembakuan waktu dapat menggunakan beberapa macam cara, yaitu menggunakan stopwatch, data waktu baku, data waktu gerakan serta sampling pekerjaan atau work sampling.
Setiap cara pengukuran sistem kerja memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sedangkan penggunaan berbagai macam cara di atas, sangat bergantung pula pada kemampuan analis melakukan pengukuran dan pembakuan sistem kerja.
Pembakuan sistem kerja tidak dapat dilepaskan dari dua aspek, yaitu pemberian penyesuaian dan kelonggaran. Penyesuaian diberikan berkenaan dengan tingkat kecepatan kerja yang dilakukan pekerja dalam melakukan pekerjaannya, sedangkan kelonggaran diberikan berkaitan dengan adanya sejumlah kebutuhan diluar kerja, yang terjadi selama pekerjaan berlangsung. Download PDF File Click Disini
STUDI KASUS PEKERJAAN BERTENDER PADA SEBUAH CAFE
Dalam melakukan analisis terhadap suatu sistem kerja, maka akan timbul sejumlah alternatif metode kerja. Alternatif yang digunakan haruslah merupakan alternatif terbaik yang didasari pada sejumlah kriteria yaitu waktu, ongkos, bebas fisiologis, dan lain sebagainya. Waktu merupakan salah satu kriteria yang paling sering digunakan sebab kriteria ini memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan dengan kriteria lainnya.
Setelah proses pemilihan alternatif perancangan dan perbaikan sistem kerja dilakukan, tahap berikutnya adalah melakukan pembakuan kerja. Pembakuan kerja ini meliputi pembakuan waktu yang diperlukan seseorang pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya. Hal ini sering juga disebut sebagai waktu baku kerja.
Pada suatu kegiatan manufaktur, maka waktu baku dapat berupa waktu standar yang dibutuhkan seorang operator mesin bubut untuk melaksanakan pembuatan sebuah komponen tertentu.
Proses pengukuran dan pembakuan waktu dapat menggunakan beberapa macam cara, yaitu menggunakan stopwatch, data waktu baku, data waktu gerakan serta sampling pekerjaan atau work sampling.
Setiap cara pengukuran sistem kerja memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sedangkan penggunaan berbagai macam cara di atas, sangat bergantung pula pada kemampuan analis melakukan pengukuran dan pembakuan sistem kerja.
Pembakuan sistem kerja tidak dapat dilepaskan dari dua aspek, yaitu pemberian penyesuaian dan kelonggaran. Penyesuaian diberikan berkenaan dengan tingkat kecepatan kerja yang dilakukan pekerja dalam melakukan pekerjaannya, sedangkan kelonggaran diberikan berkaitan dengan adanya sejumlah kebutuhan diluar kerja, yang terjadi selama pekerjaan berlangsung. Download PDF File Click Disini
Selasa, 12 April 2011
Perompak Somalia
Somalia, sebuah negara konflik yang berada di benua afrika merupakan negara yang mempunyai angka kriminalitas yang cukup tinggi, khususnya di laut, perompak somalia dianggap perompak yang paling kuat di dunia mengingat mereka mendapat pemasukan dana dan pasokan senjata yang sangat besar, sebagian senjata-senjata tersebut di beli di pasar gelap. selama satu tahun ini saja lebih dari 70 kapal telah di bajak di lautan somalia, dan lebih dari 700 sandra di tawan perompak.
salah satu kapal yang di bajak itu adalah kapal berbendera Indonesia, yaitu kapal sinar kusus, dalam kapat itu ada 20 orang ABK. yang sekarang menjadi sandara, Pemerintah Indonesia belum mengambil tindakan apa-apa untuk menyikapi masalah yang cukup serius ini, apakan akan membayar tebusan atau melakukan operasi militer, mengingat pemerintah Somalia sendiri sudah memberikan izin untuk operasi militer yang mungkin akan jadi opsi badi upaya penyelamatan sndera. Dengan operasi militer juga akan menunjukan pada dunia bahwa armada militer Indonesia cukup kuat dan mampu menyelesaikan masalah ini tanpa bantuan atau campur tangan pihak lain. dengan operasi militer ini memang akan menjadikan keselamatan sandera tidak dapat dijamin 100%. tapi apabila dengan membayar tebusab pun belum tentu mereka bisa selamat. Upaya militer mungkin adalah opsi no sekian, yang jelas keselamatan sandera adalah yang utama. sekarang kita tinggal tunggu apa yang akan dilakukan Pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah tersebut.
salah satu kapal yang di bajak itu adalah kapal berbendera Indonesia, yaitu kapal sinar kusus, dalam kapat itu ada 20 orang ABK. yang sekarang menjadi sandara, Pemerintah Indonesia belum mengambil tindakan apa-apa untuk menyikapi masalah yang cukup serius ini, apakan akan membayar tebusan atau melakukan operasi militer, mengingat pemerintah Somalia sendiri sudah memberikan izin untuk operasi militer yang mungkin akan jadi opsi badi upaya penyelamatan sndera. Dengan operasi militer juga akan menunjukan pada dunia bahwa armada militer Indonesia cukup kuat dan mampu menyelesaikan masalah ini tanpa bantuan atau campur tangan pihak lain. dengan operasi militer ini memang akan menjadikan keselamatan sandera tidak dapat dijamin 100%. tapi apabila dengan membayar tebusab pun belum tentu mereka bisa selamat. Upaya militer mungkin adalah opsi no sekian, yang jelas keselamatan sandera adalah yang utama. sekarang kita tinggal tunggu apa yang akan dilakukan Pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah tersebut.
JURNAL LINGKUNGAN KERJA
Apakah Kebisingan Itu
Kebisingan didefinisikan sebagai "suara yang tak dikehendaki, misalnya yang merintangi
terdengarnya suara-suara, musik dsb, atau yang menyebabkan rasa sakit atau yang
menghalangi gaya hidup. Diantara pencemaran lingkungan yang lain, pencemaran/polusi
kebisingan dianggap istimewa dalam hal:
1. Penilaian pribadi dan penilaian subyektif sangat menentukan untuk mengenali suara sebagai
pencemaran kebisingan atau tidak, dan.
2. Kerusakannya setempat dan sporadis dibandingkan dengan pencemaran air dan pencemaran
udara (Bising pesawat udara merupakan pengecualian).
download file pdf click disini
Kebisingan didefinisikan sebagai "suara yang tak dikehendaki, misalnya yang merintangi
terdengarnya suara-suara, musik dsb, atau yang menyebabkan rasa sakit atau yang
menghalangi gaya hidup. Diantara pencemaran lingkungan yang lain, pencemaran/polusi
kebisingan dianggap istimewa dalam hal:
1. Penilaian pribadi dan penilaian subyektif sangat menentukan untuk mengenali suara sebagai
pencemaran kebisingan atau tidak, dan.
2. Kerusakannya setempat dan sporadis dibandingkan dengan pencemaran air dan pencemaran
udara (Bising pesawat udara merupakan pengecualian).
download file pdf click disini
Jurnal Biomekanika "free download pdf"
EVALUASI ERGONOMI BIOMEKANIKA TERHADAP
KENYAMANAN KERJA
Peralatan kerja yang kurang memperhatikan kenyamanan akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas kerja manusia. Untuk merancang peralatan kerja harus memperhatikan peranan fungsi dan komponen sistem kerja yang terlibat yaitu manusia, mesin/peralatan kerja dan lingkungannya.
Proses pembuatan gerabah yang dilakukan perajin di Kasongan Yogyakarta dalam melakukan kerjanya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip ergonomi. Dalam pengujian awal diperoleh hasil energi expenditure berada dalam kondisi menengah (ringan/moderat) sehingga perlu dilakukan analisis biomekanika untuk melihat seberapa besar gaya tekan pada tulang belakang khususnya L5/S1, selain itu dari Nordic Body Map diketahui ada banyak keluhan rasa sakit pada beberapa bagian anggota tubuh perajin.
Setelah dilakukan perbaikan peralatan kerja serta hasil uji analisis diketahui bahwa kondisi kerja setelah perbaikan jauh lebih baik dan nyaman dari pada sebelumya, karena peralatan kerja telah sesuai data anthropometri perajin selain itu energi yang dikeluarkan juga relatif lebih kecil. Hasil yang diperoleh ini selain penurunan tingkat keluhan rasa sakit juga dapat meningkatkan produktivitas kerja. Download file pdf click disini
KENYAMANAN KERJA
Peralatan kerja yang kurang memperhatikan kenyamanan akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas kerja manusia. Untuk merancang peralatan kerja harus memperhatikan peranan fungsi dan komponen sistem kerja yang terlibat yaitu manusia, mesin/peralatan kerja dan lingkungannya.
Proses pembuatan gerabah yang dilakukan perajin di Kasongan Yogyakarta dalam melakukan kerjanya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip ergonomi. Dalam pengujian awal diperoleh hasil energi expenditure berada dalam kondisi menengah (ringan/moderat) sehingga perlu dilakukan analisis biomekanika untuk melihat seberapa besar gaya tekan pada tulang belakang khususnya L5/S1, selain itu dari Nordic Body Map diketahui ada banyak keluhan rasa sakit pada beberapa bagian anggota tubuh perajin.
Setelah dilakukan perbaikan peralatan kerja serta hasil uji analisis diketahui bahwa kondisi kerja setelah perbaikan jauh lebih baik dan nyaman dari pada sebelumya, karena peralatan kerja telah sesuai data anthropometri perajin selain itu energi yang dikeluarkan juga relatif lebih kecil. Hasil yang diperoleh ini selain penurunan tingkat keluhan rasa sakit juga dapat meningkatkan produktivitas kerja. Download file pdf click disini
Langganan:
Postingan (Atom)





